CU Keluarga Kudus di awal tahun 2026 melaksanakan kegiatan Lokakarya Organizational Development pada tanggal 16-17 Januari 2026. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi pengurus, pengawas, dan manajemen untuk berhenti sejenak dari rutinitas, lalu menata kembali arah pelayanan dan semangat kebersamaan dalam mengembangkan credit union.
Rangkaian kegiatan diawali dengan perayaan Ekaristi yang berlangsung di Balai Pelatihan Dinas Koperasi. Misa dipimpin oleh Romo Yohanes Thomas Maria Puji Nurcahyo, CM.
Dalam suasana yang khidmat, Romo Puji mengajak seluruh peserta untuk merenungkan makna Injil dan menghubungkannya dengan kehidupan serta pelayanan di Credit Union.
Dalam kotbahnya, Romo Puji mengajukan sebuah pertanyaan reflektif: apa hubungan bacaan Injil dengan kehidupan credit union? Ia kemudian mengajak pengurus, pengawas dan manajemen menelusuri kisah Injil Markus (2:1-12) yang menceritakan tentang seorang lumpuh yang dibawa oleh beberapa orang untuk bertemu Yesus.
Kerumunan orang yang begitu padat membuat mereka tidak dapat masuk melalui pintu atau jendela, yang secara adat dan kebiasaan merupakan jalan masuk yang lazim. Namun keyakinan yang kuat bahwa orang lumpuh itu akan sembuh jika bertemu Yesus mendorong mereka untuk menerobos kebiasaan.
Mereka memilih jalan yang tidak biasa: naik ke atap, membongkarnya, dan menurunkan orang lumpuh itu tepat di hadapan Yesus.
Yesus menanggapi usaha penuh iman itu dengan kata-kata yang mengejutkan, “Hai anak-Ku, dosamu telah diampuni.”
Reaksi ini menimbulkan pertentangan batin dari para ahli Taurat dan orang Farisi, yang menuduh Yesus menghujat Allah.
Melalui peristiwa ini, Romo Puji menegaskan bahwa Yesus hendak mengajarkan satu hal mendasar: sebelum karya Allah bekerja secara efektif, manusia perlu bertobat terlebih dahulu. Pertobatan yang dimaksud bukan sekadar perubahan kecil, melainkan perubahan total—pola pikir, sikap, dan kebiasaan lama ditinggalkan untuk memasuki hidup yang baru.
Romo Puji kemudian mengaitkan Injil tersebut dengan kehidupan para pengurus, pengawas, dan manajemen Credit Union. Menurutnya, kisah ini sangat relevan dengan realitas yang dihadapi dalam pelayanan.
Orang lumpuh dalam Injil melambangkan orang-orang yang tidak berdaya, mereka yang tidak mampu berbuat apa-apa sendirian.
Dalam konteks credit union, sosok “lumpuh” itu bisa saja adalah anggota, tetapi juga bisa pengurus, pengawas, bahkan manajemen.
Karena itu, tugas utama pengurus, pengawas, dan manajemen adalah terlebih dahulu membuat dirinya mampu “berdiri”, lalu bersama-sama menggotong anggota agar mengalami perubahan nyata dalam cara berpikir, bertindak, dan menjalani kebiasaan hidup.
Melalui pendidikan dan pelatihan di credit union, anggota disadarkan bahwa dengan kebersamaan mereka dapat saling menolong.
Melalui gerakan simpan dan pinjam, anggota dibantu untuk menolong diri mereka sendiri dan keluar dari ketidakberdayaan.
Romo Puji juga mengajak para peserta untuk berefleksi secara jujur tentang makna pertobatan. Mengakui dosa tidak cukup hanya sebatas mengatakan “tidak sabar” atau “mudah marah”. Bagi pengurus, pengawas, dan manajemen credit union, dosa bisa berupa kurangnya kesungguhan dalam melayani anggota, atau memandang pekerjaan sebagai beban semata, bukan sebagai panggilan pelayanan.
Ia mengibaratkan kehidupan ber-CU seperti seorang tukang yang bekerja dengan gergaji. Agar gergaji tetap tajam dan efektif, ia harus terus diasah.
Demikian pula dalam credit union, pelatihan, pembelajaran, dan motivasi diri merupakan cara untuk “mengasah gergaji”, agar pelayanan tetap berkualitas dan berdaya guna.
Dalam konteks inilah kegiatan Organizational Development menjadi sangat penting sebagai sarana pembaruan dan penguatan bersama.
Kegiatan Organizational Development ini difasilitasi oleh Bapak Alibata, yang mendampingi seluruh proses pembelajaran dan refleksi. Secara resmi, kegiatan Organizational Development dibuka oleh Ketua Pengurus Credit Union Keluarga Kudus, Lapius Retno.
Dengan semangat kebersamaan dan pembaruan, Organizational Development ini diharapkan menjadi langkah konkret untuk memperkuat pelayanan dan keberlanjutan Credit Union Keluarga Kudus di masa depan.
